11.23.07
keikhlasan
Bukan hal yang mudah untuk menjadikan keikhlasan sebagai niat disetiap apa yang ingin kita lakukan lebih-lebih jika itu berkaitan dengan ibadah, keikhlasan karena Allah SWT.
Kita mampu untuk mengatakan “ ya aku ikhlas” namun belum tentu kata itu mengalir dari lubuk hati kita yang paling dalam.
Mudah bagiku mungkin juga mudah bagimu berkorban sesuatu demi orang yang kita cintai dan mencintai kita…orang tua, suami/ istri, saudara, dan orang lain. Mereka yang banyak membantu kita walau tidak setiap waktu. Sampai-sampai kita enggan jikalau mereka terluka hatinya jika kita tidak memperhatikannya dan itu butuh keikhlasan.
Mereka adalah makhluk Allah dan pasti suatu saat akan kembali padanya. Lalu kepada siapa lagi kita akan berkorban.
Bagaimana jika dalam pikiran kita terlintas, apakah aku sudah berkorban untuk Allah? Bagaimana dengan ibadahku selama ini, adakah keikhlasan dalam hati untuk Nya? Pernahkah aku memperhatikan Nya di setiap langkahku, kehidupanku?
Jelas bahwa Allah tak pernah meninggalkan kita. Memberikan kenikmatan yang tak mungkin bisa kita hitung dari sejak Allah meniupkan roh kita saat dalam kandungan hingga saat ini bahkan saat nanti.
Aku harus belajar untuk menjadikan keikhlasan sebagai niatku untuk menjalankan rutinitas hidupku. Aku perlu belajar kepada orang-orang yang berhasil melakukannya. Kepada siapakah gerangan???
Cukuplah Allah SWT tempat kembali kita meminta petunjuk dan akan butuh waktu yang tidak sedikit.
Bantu aku juga teman…saudaraku sesama makhluk Allah SWT.
zulfa berkata,
Maret 6, 2008 pada 7:00 am
ikhlas adalah rahasiamu dengan-Nya,,,hingga tak da malaikat yang sanggup untuk mencatatnya, apalagi setan!dia tak kan sanggup untuk mengusiknya…
irawan zenid berkata,
Agustus 11, 2008 pada 8:32 am
mungkin setiap kata-kata
setiap bahasa mengantarkan kita kepada sang maha bijaksana
AwHieNk berkata,
Agustus 13, 2008 pada 10:58 am
Ku tak tahu lagi kapan hati ini pernah lagi merasakan ikhlas tuk membantu.
Semuanya penuh dengan imbalan, atau pengharapan,
ikha berkata,
Oktober 8, 2008 pada 10:06 am
apa yg kita miliki? sesungguhnya tidak ada. semuanya milik Alllah SWT. IKHLAS lebih baik
Rialit@ Yuli@nti berkata,
Desember 18, 2008 pada 7:26 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ikhlas adalah sebuah karunia ALLAH yg tiada bandingnya. Aq pun masih sangat sulit untuk mengamalkannya dalam kehidupanQ. Kekuatan sebuah keikhlasan melebihi kekuatan lainnya. Bersyukurlah bagi kamu-kamu yg sudah bisa melakukannya…
suryawulandari berkata,
Desember 31, 2008 pada 2:10 am
salam kenal…..
http://suryawulandari.wordpress.com/
Al Ikhwan berkata,
Januari 10, 2009 pada 6:26 am
“Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
melihat pintu lain yang telah terbuka”
aninda zulfa berkata,
Juli 31, 2009 pada 5:02 pm
Bismillah,,,
Subhanalloh,, Maha Suci Engkau Ya rabbi, atas segala nikmatmu,
IKHLAS, adalah perkara yang mudah diucapkan namun kadang sulit untuk diamalkan, semoga qt senantiasa diberikan karunia olh Alloh kebersihan niat dan hati, dan kemudahan tuk istiqamah djalan Alloh, amien, barokallohfikum, salam kenal ya…
nikmah berkata,
Agustus 3, 2009 pada 7:17 am
assalamualaikum…salam kenal ya setelah aku membaca artikel ini terdapat banyak manfaat yang bisa aq petik..makasih
icemyee berkata,
Agustus 24, 2009 pada 6:30 am
hai. . . .
aq cuma mw bilang tersenyumlah sepanjang masa ocrey!
Darman berkata,
September 1, 2009 pada 5:11 am
Ya Allah, ampuninilah dosa dan kesalahan ku, kuatkanlah imanku, berikanlah sy keimanan